Hilman Latief, Ph.D : “Lazismu Sudah Satu hati, Harus Satu Sistem Terintegrasi” - Koranmu Jatim
GRID_STYLE

Post/Page

Weather Location

{fbt_classic_header}

Hilman Latief, Ph.D : “Lazismu Sudah Satu hati, Harus Satu Sistem Terintegrasi”

Hilman Latief, Ph.D : “Lazismu Sudah Satu hati, Harus Satu Sistem Terintegrasi”

You are here: Home » Inspirasi » Hilman Latief, Ph.D : “Lazismu Sudah Satu hati, Harus Satu Sistem Terintegrasi” …

Hilman Latief, Ph.D : “Lazismu Sudah Satu hati, Harus Satu Sistem Terintegrasi”

You are here: Home » Inspirasi » Hilman Latief, Ph.D : “Lazismu Sudah Satu hati, Harus Satu Sistem Terintegrasi” Hilman Latief, Ph.D : “Lazismu Sudah Satu hati, Harus Satu Sistem Terintegrasi”

Dua tahun sudah Lazismu periode ini berjalan untuk mengemban amanat hasil keputusan Muktamar Muhammadiyah di Makasar tahun 2015 silam. Ada rasa bangga yang saya rasakan setelah melihat semangat yang kian menggebu dari para relawan Lazismu di seluruh Indonesia. Kantor-kantor perwakilan mulai banyak didirikan di beberapa provinsi, begitu pula dengan Lazismu di tingkat kabupaten dan kota yang terus bergeliat, didukung “semangat 45” kantor layanan di tingkat cabang dan amal usaha Muhammadiyah. Memang ada beberapa provinsi yang belum mendirikan Kantor Perwakilan Lazismu, dan ada banyak Pimpinan Daerah yang belum serius membidani kelahiran Lazismu. Tapi saya yakin, tidak akan lama lagi gerakan massif akan terjadi. Tidak ada kata terlambat dalam bermuhammadiyah dan dalam menggerakkan Lazismu.

Dalam beberapa pertemuan, Lazismu di satu provinsi belajar dari provinsi lain, juga Lazismu dari satu kota/kabupaten mencoba belajar dari Lazismu kota/kabupaten lainnya. Kesadaran akan regulasi kelembagaan zakat di Indonesia juga semakin kuat di kalangan pegiat Lazismu daerah. Itu hal yang sangat positif!! Para pengurus dan pegiat (relawan) Lazismu semakin sadar bahwa mengelola zakat saat sudah beda daripada dulu dan memang harus beda. Ada banyak ketentuan yang harus dipahami dan ada banyak aturan yang harus dilaksanakan. Semua sedang proses belajar untuk menjadi Lembaga Amil Zakat Nasional yang Berkemajuan.

Saya melihat bahwa Lazismu saat ini sudah mulai “satu hati”, satu kesatuan, dan satu tujuan. Visi dan misi organisasi terus ditengok kembali. Relawan berlomba-lomba memberikan yang terbaik untuk umat dan dilakuan di berbagai daerah dengan inovasi masing-masing.

Lazismu sudah satu hati. Secara simbolik, branding Lazismu dalam kendaraan berupa “mobil dinas” ambulance menjadi penyemangat tersendiri. Para pegiat Lazismu ingin branding ini menjadi syiar dalam bekerja di bidang sosial-kemanusiaan. Yang belum memiliki ambulance, terpicu untuk segera memiliknya dgn mencari donatur dan simpatisan yang mau merelakan assetnya. Mengenakan seragam Lazismu pun sudah semakin kuat bangganya. Alhamdulillah.

Lazismu sudah satu hati.Respons terhadap bencana sosial-kemanusiaan dilakukan secara massif. Tak kenal waktu. Tentu tidak semua berjalan optimal. Tapi semangatnya menunjukkan kebersamaan. Semangat beribadah, kerelawanan dan keikhlasan menjadi landasan. Para pengurus dan relawan di bawah terus berjibaku, berkeringat, tanpa kenal lelah mengajak orang lain untuk masuk dalam satu gelombang gerakan kemanusiaan.

Lazismu sudah satu hati. Perbedaan-perbeda an cara pandang mulai dilebur dalam pedoman dan panduan-panduan, yang disepakati. Komunikasi antar pengurus Lazismu di tingkat provinsi sampai daerah dan bahkan cabang, semakin intensif. Tentu perlu proses unruk semua itu dan tidak perlu berputus asa untuk mencapai apa yang kita inginkan. Selalu ada masalah. Bukankah kita dibentuk untuk menyelesaikan masalah? Lagi-lagi, intensitas komunikasi dengan dinamikanya dalam tubuh Lazismu menunjukkan kemajuan.

Tentu, tidak cukup satu hati untuk menjadi Lembaga amil berkemajuan!! Perlu satu sistem dalam tatakelolanya. Ada banyak hal yang harus dikompromikan, ada ke-ego-an yang harus dilebur dan dipersatukan. Tarik ulur kepentingan organisasi dan pribadi dalam berlazismu juga pasti terjadi, tapi pasti juga dapat diatasi.

Lazismu sebagai satu sistem adalah keniscayaan. Kesatuan sistem dapat dibangun tanpa harus saling mengorbankan, tanpa harus melukai. Itupun bila dilakukan dengan kebesaran hati.

Lazismu sebagai satu sistem adalah satu-satunya cara untuk meningkatkan kepercayaan publik, dan untuk menjadikan Lazismu semakin akuntabel pengelolaan dananya, kualitas programnya, capaian kegiatannya dan dampak yang diidamkannya.

Kita tinggal menghitung hari meninggalkan tahun 2017 dimana kita semua sudah satu hati. Mari kita sambut 2018 dan tahun-tahun akan datang dengan satu sistem yang terintegrasi. Bismillah.

Hilman Latief, Ph.D (Ketua Badan Pengurus Lazismu PP Muhammadiyah)

Related Articles

Membangun Istana Sauri Dalam Sehari Dengan Program Bedah Rumah di Kabupaten Malang

December 20, 2017

MDMC Jatim Turunkan Relawan Pada Banjir Bandang di Pacitan

November 29, 2017

Kado Hari Pahlawan Bagi Veteran dan Pejuang R.I. di Ponorogo

November 27, 2017

Gunung Agung di Bali Erupsi, Mari Kita Menggalang Bantuan Untuk Para Pengungsi

November 27, 2017

Drh. Zainul Muslimin : “Lupa, Harus Ada”

November 22, 2017

Andar Nubowo : “Menjadi Amil Yang Tulus dan Selalu Bersemangat Hati”

November 22, 2017

Momen Milad Muhammadiyah ke 105 M / 108 H Untuk Mengapresiasi Imam, Muadzin dan Petugas Kebersihan Masjid di Surabaya

November 19, 2017

Sumber: Lazismu Jatim | Koranmu Jatim

Tidak ada komentar